My Interest for Virtual Airline?

Dear readers,

Perkembangan teknologi informasi internet telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Dengan adanya teknologi internet telah merubah gaya hidup masyarakat Indonesia yang primitif menuju masyarakat modern. Salah satu manfaat dari internet saat ini adalah dapat digunakan sebagai sarana networking terhadap hobby aviasi, mulai dari komunitas aviasi secara umum sampai dengan komunitas spesifik seperti virtual flying networking/ virtual airline.

So, whats is virtual airline? anda tentu bertanya bagaimana sebuah organisasi independen/ komunitas dapat membuat simulasi kegiatan pada dunia penerbangan aslinya bukan? Saya akan coba menjelaskan secara detail apa yang dinamakan dengan virtual airline (VA). VA adalah sebuah organisasi hobi khusus yang telah berkembang pesat selama 10-15 tahun terakhir, menggunakan software Microsoft Flight Simulator atau XPlane sebagai model kegiatan operasional sebuah maskapai penerbangan pada dunia aslinya.  Sebagai replika dalam batas-batas virtual, sebuah VA menawarkan karir virtual persis sebagaimana jika anda menjadi seorang penerbang active yang bekerja pada suatu maskapai penerbangan. Beberapa VA modern juga telah melengkapi fasilitas mereka dengan prosedur terbang (flight procedure), logbook (catatan terbang), schedule yang di adopsi dari operasional sebuah maskapai penerbangan, flight assignment, communication software, flight statistics and tracking, airline hubs serta banyak fasilitas lain.  Seluruh fasilitas ini di simulasikan secara gratis melalui komputer personal anda.

Lalu bagaimana perkembangan komunitas ini di Indonesia? Beberapa tahun yang lalu, flight simulator fans di Indonesia masih jauh tertinggal dengan negara-negara lain yang sudah mulai mengenal serta mensimulasikan VA sejak belasan tahun yang lalu, bahkan cukup banyak VA yang merupakan endorsement atau afiliasi resmi dari maskapai aslinya. Kita ambil contoh salah satu VA yang active selama kurang lebih 15 tahun, Virtual Air Canada (VAC). Sejak tahun 1998, VAC telah merealiasikan simulasi VA sebuah maskapai nasional Canada, yaitu Air Canada. Mereka bahkan memiliki akses terhadap operasional harian Air Canada termasuk flightplanning, weather, NOTAM, ETOPS calculation dan sebagainya. Saya harus katakan bahwa VAC merupakan salah satu VA terbaik di dunia dan representatif yang sempurna dari Air Canada. Bahkan melalui beberapa ulasan pada majalah virtual, mereka berhasil memperkenalkan brand Air Canada terhadap komunitas International yang jumlah nya tidak sedikit (beberapa penilitian menunjukan saat ini ada lebih dari 800.000- 1.5 juta flight simulator fans di seluruh dunia), crazy isn’t?

Lalu bagaimana dengan perkembangan VA di Indonesia? Secara umum, era 1997-2007, komunitas flight simulator di Indonesia masih terbatas pada diskusi melalui media forum, offline virtual flying dengan segala keterbatasan yang ada pada saat itu. Sehingga secara umum, pada era tersebut kita belum mengenal apa itu virtual airline serta masih sangat awam terhadap hobby ini. Beberapa teman serta saya sendiri memilih untuk bergabung beberapa VA Eropa/ U.S.A sebagai member agar dapat menyalurkan hobby saya dan menikmati fasilitas virtual career as a virtual pilot.

Hingga pada akhir 2007/ 2008, saya mulai berpikir untuk membuat sebuah virtual airline Indonesia agar dapat menampung hobby para penerbang virtual kita dan tentu saja agar mereka tidak tergantung dengan VA besar lain di Eropa/ U.S.A. Pemikiran awal saya adalah bagaimana agar kita dapat memiliki fasilitas yang baik serta memperkenalkan bahwa Indonesia juga memiliki virtual airline yang paling tidak setara dengan VA-VA besar saat itu. Maka saya putuskan untuk mulai suatu project yang kita namakan “Maskapai Virtual Indonesia (MVI)“, ini adalah cikal bakal VA pertama yang ada di Indonesia dengan fasilitas yang realistik. Bekerja sama dengan Nanda Arfianda sebagai project manager dan Lorensius Londa sebagai system developer, project ini selesai dalam waktu kurang lebih 5 bulan. Dan tentu saja seluruh fasilitas tersebut gratis. Lalu bagaimana mengenai kebutuhan financial dalam project ini? Saya dan Nanda sepakat untuk membiayai seluruh pengeluaran project ini, mulai dari system development, server dan domain. Big success! MVI menjadi barometer virtual airline di Indonesia dengan jumlah active member mencapai 300-400. Sejak saat ini lah, komunitas flight simulator fans di Indonesia mengenai sebuah virtual airline.

Hingga pertengahan 2011 dimana saya memutuskan untuk menutup MVI dikarenakan beberapa masalah pada core database system sehingga tidak memungkinkan untuk MVI agar dapat terus berkembang, di sisi lain saya berambisi agar VA Indonesia memiliki kualitas yang setara atau bahkan lebih baik dibandingkan VA-VA besar di dunia. Oleh sebab itu, saya kembali memulai dari awal sebuah VA project baru, yaitu “Garuda Indonesia Virtual (GIV)” dengan merekruit salah satu VA developer terbaik di Eropa dan telah berpengalaman membuat VA-VA besar, yaitu Jbussemaker.com dengan VA core system yang dinamakan Integrated Pirep System (IPS) serta bekerja sama dengan Jean, seorang designer website (France) dan saya juga melibatkan Indonesia talent website programmer, Kevin Susanto. Dalam waktu kurang lebih 5 hari, project ini telah selesai dan kita mulai melalukan core & system test. 16 Juli 2011, akhir Garuda Indonesia Virtual resmi beroperasi dan pada hari pembukaan tersebut, kita menerima 40 virtual pilot report (PIREP), ini menunjukan antusias pada flight simulator fans Indonesia yang sangat tinggi. Seluruh pengeluaran/ financial project tersebut sekali lagi menjadi tanggung jawab saya, dan Garuda Indonesia Virtual tidak menerima donasi dalam bentuk apapun dari member. VA ini terus berkembang, mulai dari pembenahan system yang secara rutin kita implementasi serta website design dan jumlah member yang semakin besar (saat ini lebih dari 300 member dari seluruh dunia). Namun yang tepenting adalah, GIV berhasil menjadi VA Indonesia yang di anggap salah satu VA terbaik di dunia oleh komunitas International. Pada titik ini, sepertinya ambisi saya telah tercapai, push the creativity to the limit and proved nothing impossible to create such realistic virtual airline bagi Indonesia. Serta memperkenalkan brand Garuda Indonesia pada ratusan ribu world flight simulator fans.  Namun sekali lagi, saya berpikir untuk terus meningkatkan fasilitas yang kita miliki dan tidak stagnant pada titik tertentu. Butuh waktu hampir 3 tahun sampai akhirnya, GIV bergabung pada VA Alliance yang merupakan gabungan dari VA-VA terbaik yang eksis serta dianggap sebagai “World Leading Virtual Airline”

G3_zpsd264f6cb

 

 

 

 

 

 

 

 

Menyusul kemudian project saya selanjutnya, kembali bekerja sama dengan Nanda Arfianda sebagai VA President & Avia Dirgantara sebagai Executive & Board of Director, yaitu LionGroup Virtual yang sekali lagi merupakan project success yang mendapat banyak apresiasi positif dari komunitas International. Side project pun bermunculan, dari mulai membantu beberapa VA Asia & Middle East (Saudi Arabian Arabia Virtual) sampai dengan mempresentasikan salah satu airline baru di Dubai (Flydubai Virtual Airline) ke dalam batas-batas virtual.

Lalu bagaimana perkembangan virtual airline dalam waktu 3-5 tahun ke depan? Dengan ratusan atau bahkan ribuan VA di dunia saat ini, tentu saja kita (Indonesia) harus dapat bersaing, terus berkembang dan mempertahankan kualitas kita. Dalam hal ini, 1 goal telah kita capai bersama, namun saya percaya bahwa seluruh pencapaian GIV & LGV saat ini, baru merupakan awal atau start yang baik, tergantung bagaimana kita terus mengembangkan masing-masing VA ke depannya. Saya sendiri akan terus berkomitmen bagi hobby ini dan bagi komunitas Indonesia.

Thanks for reading!

IFR RT Communications

Hello reader,

Its been a while since my last post. So here i go again!

rtf

ICAO sets out standard international phraseology for communications between air traffic services and pilots in several documents including Annex 10 Volume 2 (Communications Procedures) to the Convention on International Civil Aviation and ICAO PANS-ATM (Procedures for Air Navigation Services – Air Traffic Management) Doc. 4444.

Introduction
Radiotelephony provides the means by which pilots and ground personnel communicate with each other. Used properly, the information and instructions transmitted are of vital importance in assisting in the safe and expeditious operation of aircraft. However, the use of non-standard procedures and phraseology can cause misunderstanding. Incidents and accidents have occurred in which a contributing factor has been the misunderstanding caused by the use of non-standard phraseology. The importance of using correct and precise standard phraseology cannot be over-emphasised. Communications shall be concise and unambiguous, using standard phraseology for all situations for which it is specified. Obviously, it is not practicable to detail phraseology examples suitable for every situation. However, if standard phrases are adhered to when composing a message, any possible ambiguity will be reduced to a minimum. Only when standard phraseology cannot serve an intended transmission, shall plain language be used.

IFR Departures
At many airports both arrivals and departures are handled by a single approach control unit. At busier airports departures and arrivals may be handled separately. Pilots of all aircraft flying Instrument Departures are to include the following information on first contact with approach control/departure radar:

  • Call sign;
  • SID Designator where appropriate;
  • Current or passing ALT/FL; PLUS
  • Cleared ALT/FL. For Standard Instrument Departures involving stepped climb profiles, state the initial ALT/FL to which the aircraft is climbing.

NB : In addition to the ATC route clearance, departing IFR flights may be given additional instructions to provide separation in the immediate vicinity.

IFR Arrivals
Aircraft flying within controlled airspace will normally receive descent clearance to the clearance limit from the ACC prior to transfer to an approach control unit. On transfer to approach control further descent instructions may be given.

Communication script

The following transcript of an IFR flight, GIA734, from Soekarno Hatta Jakarta (WIII) to Juanda Surabaya (WARR), with the ATC online :

  • Pilot in Command: Achmad Ferdi Iskandar
  • Departure Airport: Soekarno Hatta (WIII)
  • Arrival Airport: Juanda (WARR)
  • Aircraft / Registration: B737-800 (PK-GMX)
  • Total Pax and Crew: 161
  • Flight Time:  TBF
  • Flight Date:  TBF
  • Route : KASAL G461 BA

•    GIA734:

Soeta Delivery, Indonesia 734 with information DELTA, type boeing 737-800 at stand F22 with 100 POB, request IFR Clearence to Juanda Surabaya, Flight Level 330 ready to copy

.•    WIII_DEL:
Indonesia 734, clear IFR to Juanda Airport Flight, via G461, flight level 330, follow Halim one juliet departure runway 25 Right, squawk 7201.

•    GIA734:
Cleared IFR to Juanda Airport Flight, via G461, flight level 330, follow Halim one juliet departure, squawk 7201, Indonesia 734.

•    WIII_DEL:
Indonesia 734, readback corect, contact ground on 121.600 for pushback.

•    GIA734:
Contact ground 121.600.

•    GIA734:
Soeta ground, Indonesia 734 at stand F22 ready for push and start.

•    WIII_GND:
Indonesia 734, clear for push and start facing south.

•    GIA734:
Start and push approved facing south, Indonesia 734.

•    GIA734:
Soeta Ground, Indonesia 734 request taxi.

•    WIII_GND:
Indonesia 734, taxi to holding position November (N) 1, holdshort runway 25R, via taxiway November Charlie (NC) 3, November Papa (NP) 1, report on short.

•    GIA734:
Taxi to holding position November (N) 1 via taxiway November Charlie (NC) 3, November Papa (NP) 1, will report on short runway 25R, Indonesia 734.

•    WIII_GND:
Indonesia 734, contact Soeta Tower, 119.750.

•    GIA734:
Soeta Tower 118.750, Indonesia 734.

•    GIA734:
Soeta Tower , Indonesia 734 at holding position N1.
•    WIII_TWR:
Indonesia 734, line up and wait runway 25R behind traffic rolling, squawk mode ON (or Charlie).

•    GIA734:
Lining up and wait runway 25R, wilco, Indonesia 734.

•    WIII_TWR:
Indonesia 734, wind 240 at 08 knots, QNH 1011, runway 25R clear for takeoff.

•    GIA734:
Wind copied, QNH 1011, clear for take off runway 25R, Indonesia 734.

•    WIII_TWR:
Indonesia 734, proceed SID, contact Jakarta Approach on 119,750, bye.

•    GIA734:
Jakarta Approach on 119,750, Indonesia 734.

•    GIA734:
Jakarta Approach, Indonesia 734, information DELTA passing 3000 feet climbing to flight level 330, Halim 1 juliet, with you.

•    WIII_APP:
Indonesia 734, radar identified, cancel SID, clear direct KASAL, climb to final flight level 330, report passing flight level 210.

•    GIA734:
Direct KASAL will report passing flight level 210, Indonesia 734.

•    WIII_APP:
Indonesia 734, contact Jakarta Center at 120.90, bye bye.

•    GIA734:
Jakarta Center at 120.90, for Indonesia 734, bye.

•    GIA734
Jakarta Center, Indonesia 734 climb to flight level 330, inbound KASAL with you.

•    WIIZ_CTR:
Indonesia 734, Jakarta Center, radar contact proceed as filed, climb and maintain flight level 330 report passing Alpha November Yankee (ANY).

•    GIA734:
Climb and maintain flight level 330, call you passing Alpha November Yankee (ANY), Indonesia 734.

•    WIIZ_CTR:
Indonesia 734, contact Bali/Ujung Control at 128.10, bye bye.

•    GIA734:
Contact Bali/Ujung Control at 128.10, Indonesia 734, bye.

•    GIA734:
Bali/Ujung West Control, Indonesia 734 passing Alpha November Yankie (ANY) for Bravo Alpha (BA) flight level 330 with you.

•    WIIZ_CTR:
Indonesia 734, Bali/Ujung West Control, roger, continue Bravo Alpha, expect Blora 1 Alpha arrival ILS approach runway 10, report ready for descend.

•    GIA734:
Expect Blora 1 Alpha arrival ILS approach runway 10, call you ready for descend, Indonesia 734.

•    GIA734:
Bali/Ujung West Control, Indonesia 734 ready for descent.

•    WAAZ_CTR:
Indonesia 734, descend and maintain flight level 150, report reaching.

•    GIA734:
Descent flight level 150, wilco, Indonesia734.

•    WAAZ_CTR:
Indonesia 734, contact Surabaya Approach at 119.10, bye bye.

•    GIA734:
Surabaya Approach at 119.10 for Indonesia 734, bye, thank you.

•    GIA734:
Surabaya Approach, Indonesia 734 with information November at flight level 150 Blora 1 alpha arrival with you.

•    WARR_APP:
Indonesia 734, Surabaya Approach, information November correct, continue descend and maintain 7000feet, QNH 1008, report reaching.

•    GIA734:
Descend and maintain 7000feet QNH 1008, call you reaching, Indonesia 734.

Before we continue, i would like to highlight the “Vectoring to Final Approach” implementation,  Radar vectors are usually given to arriving flights to position them onto a pilot interpreted approach aid, to a point from which a radar-assisted approach can be made or to apoint from which a visual approach is made. In the following example an identified aircraft inbound to Juanda is given radar vectors to the ILS.
•    WARR_APP:
Indonesia 734, turn left heading 090, continue descent 3000feet, vector ILS r/w 10.

•    GIA734:
Turn left heading 090, descent 3000feet, Indonesia 734.

•    WARR_APP:
Indonesia 734, turn right heading 100, continue descent and maintain 2500feet.

•    GIA734:
Turn right heading 100, descent 2500feet, Indonesia 734.

•    WARR_APP:
Indonesia 734, turn right heading 130, clear for ILS runway 10 approach, report established localizer.

•    GIA734:
Turn right heading 130, clear for ILS runway 10, call you when established, Indonesia 734.

•    GIA734:
Surabaya Approach, Indonesia 734 established ILS runway 10.

•    WARR_APP:
Indonesia 734, continue approach, contact Juanda Tower 118.30, happy landing.

•    GIA734:
Juanda Tower at 118.30, thank you.

•    GIA734:
Juanda Tower, Indonesia 734 information NOVEMBER established ILS runway 10.

•    WARR_TWR:
•    Indonesia 734, Juanda Tower, NOVEMBER correct, continue approach runway 10.

•    GIA734:
Continue approach rwy 10, Indonesia 734.

•    WARR_TWR:
Indonesia 734, QNH 1008 wind 090 at 10 knots, runway 10, clear to land.

•    GIA734:
QNH1008, wind copied, cleared to land runway 10, Indonesia 734.

•    WARR_TWR:
Indonesia 734, contact Juanda ground on 118.90.

•    GIA734:
Contact ground 118.90, Indonesia 734.

•    GIA734:
Juanda Ground, Indonesia 734 vacated runway on November (N) 3, request taxi to gate.

•    WARR_GND:
Indonesia 734, squawk standby, cont taxi to gate of choice via taxiway November (N) 3, November Papa (NP) 1, November (N) 4, report on block.

•    GIA734:
Taxi to gate of choice via taxiway November (N) 3, November Papa (NP) 1, November (N) 4, call you on block, Indonesia 734.

•    GIA734:
Juanda Ground, Indonesia 734 onblock.

•    WARR_GND
Indonesia 734, flightplan closed, welcome to Juanda airport, switch to UNICOM 122.80, see you next departure.

•    GIA734:
Flightplan closed, switch to UNICOM 122.80 for Indonesia 734, thanks for your service, selamat siang.

USE FOR SIMULATION ONLY

(Some line of this tutorial are taken from CAP 413 Radiotelephony Manual document)

RNAV Procedure (CGK/WIII SID & STAR) 2012

RNAV

Area Navigation (RNAV) can be defined as a method of navigation that permits aircraft operation on any desired course within the coverage of station-referenced navigation signals or within the limits of a self contained system capability, or a combination of these.

RNAV was developed to provide more lateral freedom and thus more complete use of available airspace. This method of navigation does not require a track directly to or from any specific radio navigation aid, and has three principal applications:
A route structure can be organized between any given departure and arrival point to reduce flight distance and traffic separation :

  1. A route structure can be organized between any given departure and arrival point to reduce flight distance and traffic separation;
  2. Aircraft can be flown into terminal areas on varied pre-programmed arrival and departure paths to expedite traffic flow; and
  3. Instrument approaches can be developed and certified at certain airports, without local instrument landing aids at that airport

Dengan beberapa definisi serta penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa RNAV adalah metode navigasi yang memungkinkan pesawat untuk terbang dan beroperasi berdasarkan flight path yang mencakup pada setiap jalur penerbangan yang diinginkan dalam jangkauan ground or space based navigation aids or within the limits of the capability of self-contained aids, atau kombinasi dari kedua hal tersebut.

Beberapa keuntungan dari metode navigasi di atas adalah sebagai berikut :

  1. Time and fuel savings,
  2. Reduced dependence on radar vectoring, altitude, and speed assignments allowing a reduction in required ATC radio transmissions, and
  3. More efficient use of airspace.

Soekarno Hatta Int’l airport Jakarta sudah mulai mengimplementasikan prosedur RNAV, sesuai dengan informasi dari AIP SUPPLEMENT of DIRECTORATE OF AIR NAVIGATION SUB DIRECTORATE MANAGEMENT OF AERONAUTICAL INFORMATION tanggal 28 Juni 2012. Dalam rangka mengoptimalkan Performance Based Navigation (PBN) Implementation at Jakarta International Soekarno Hatta Airport, dengan kondisi padatnya lalulintas udara saat inisehingga diperlukan untuk merevisi Standard Arrival Area Navigation Procedures (STAR RNAV-1) yang telah diterbitkan pada AIP Supplement 06/ 12 tanggal 8 Maret 2012 dan menetapkan New Standard Departure Area Navigation Procedures (SID RNAV-1).

Bagaimana implementasi prosedur baru di atas terhadap aktifitas virtual pada IVAO Indonesia? Divisi Indonesia telah merelease beberapa document terkait dengann RNAV procedure agar dapat disimulasikan secara maksimal.

ATTENTION FOR VIRTUAL IVAO ATC

  1. Use lastest sector file for Jakarta version 1. 172, please download in here.
  2. For RNAV assignment please check the pilot remark on flightplan whether pilot indicate RMK/AIRAC 1209.
  3. If pilot not indicate the remark, use non RNAV SID and STAR or radar vector.
  4. Please take note on runway alternation procedure refer to RNAV Procedure Implementation.

VIRTUAL PILOT INDICATED REMARK

Pilot must indicate on flightplan coloumn 18. RMK/ AIRAC1209 to confirm you are able perform RNAV departure/ arrival & new SID & STAR. If pilot doest not indicated on remark coloumn, ATC will give the non RNAV departure/ arrival procedure.

PHRASEOLOGY

SID RNAV-1 shall be issued by ATC in the following order :

  • Call sign
  • Aerodrome Destination
  • SID identifier

Phraseology : <Call sign> Cleared to <Destination> via <Route> <Level> <SID Identifier> DEPARTURE, <Assigned Level>.
Non compliance SID RNAV-1, departing aircraft from Jakarta Soekarno Hatta Airport will be radar vectored to transition identifier or will given non RNAV departure.

STARs RNAV-1 shall be issued by ATC in the following order:

  • Callsign;
  • Aerodrome Destination;
  • Arrival identifier;
  • RWY-in-use

Example: (Callsign) cleared to (Aerodrome Destination) via GASPA 2B ARRIVAL expected (RWY in use).
Non compliance STAR RNAV-1, arriving aircraft from Jakarta Soekarno Hatta Airport will be radar vectored to transition identifier or will given non RNAV departure.

VERTICAL RESTRICTION
Pilot shall comply with an ATC assigned level. Pilot shall also adhere to the vertical restrictions depicted on the cleared Transition and SID RNAV-1. ATC clearance will take precedence when the ATC clearance does not allow the pilots to adhere to the vertical restriction depicted on the Transition and SID RNAV-1.
Aircraft which level is below the assigned level at the entrance way point, shall maintain its level until way point appropriate to its level.

RUNWAY ALTERNATION
Traffic inbound from east for arrival will use runway 07L/ 25L. Traffic inbound from west will use 07R/25R.

Selain beberapa divisional policy di atas, kami juga telah menyelesaikan beberapa document lain dan airport quickview yang dapat membantu ATC atau pilot virtual sehingga lebih mudah untuk menetukan SID/ STAR assignment yang benar dan sesuai dengan implementasi pada real world operation.

Semoga bermanfaat!

 

Implementation of re-designation CGK Taxiway

Dear reader,

As we know, based on the AIP SUPP 2/ 2012

IVAO Indonesia has just released NOTAM – HOTEL regarding this announcement.

Implementation of the new rapid taxiway, re-designation of taxiway N3 to N7.

The addition of Rapid Exit Taxiway causing changes on taxi routing procedure the numbering of taxiway as follows :

  1. N1 not changed
  2. N2 not changed
  3. The new N3 (between existing N2 and N3 that exist)
  4. N3 will be N4
  5. N4 will be N5
  6. N5 will be N6
  7. N6 will be N7

Taxiing route procedures described on paragraph above will changed as depicted on AIP SUPP 2/ 2012 document as follows:

  1. Attachment ‘A’ for Taxiing Route‐Take Off RWY 07R
  2. Attachment ‘B’ for Taxiing Route‐Take Off RWY 07L
  3. Attachment ‘C’ for Taxiing Route‐Take Off RWY 25R
  4. Attachment ‘D’ for Taxiing Route‐Take Off RWY 25L
  5. Attachment ‘E’ for Taxiing Route‐Landing RWY 07R
  6. Attachment ‘F’ for Taxiing Route‐Landing RWY 07L
  7. Attachment ‘G’ for Taxiing Route‐Landing RWY 25R
  8. Attachment ‘H’ for Taxiing Route‐Landing RWY 25L

New Rapid Exit Taxiway and Taxi Guidance Sign layout changes are also shown on attachments as follows :

  1. Attachment ‘I’ for Aerodrome Chart
  2. Attachment ‘J’ for Taxi Guidance Sign Chart

IMPLEMENTATION

The operation of the new Rapid Exit Taxiway, Re‐Designation of the Taxiway N3 to N7, and Revision of Related Taxi Route Procedures at Soekarno Hatta International Airport will be effective on 05 April 2012 at 00.01 UTC.

Lets simulate it on IVAO!


Have fun!

IVAO Datalink System

Salam reader,

Sebagai fasilitas baru dari IVAO, saat ini Datalink system sudah dapat digunakan oleh setiap member.

Sementara ini, untuk Indonesia airport, datalink system hanya support untuk beberapa airport sebagai berikut : WIII, WADD & WARR.

Berikut tutorial penggunaan nya :

  1. Silahkan login di sini : Datalink (gunakan VID & website password).
  2. Login di IVAP, isi flightplan dan send. Ikuti gambar dibawah ini untuk cara request clearence via datalink system.

[Image: 1-68.jpg] [Image: 2-50.jpg]
[Image: 3-29.jpg] [Image: 4-16.jpg]

  • Clearence : Clear to VHHH via DKI2G our of runway 25R, initial climb 6000ft, Squawk 0514.
  • Note : Next frequency setelah departure, karena pada saat ini hanya WIII_APP yang bertugas dan tidak ada ATC lain di atasnya, maka next frequency adalah 122.800/ UNICOM.

Setelah anda menerima clearence melalui datalink system, ganti frequency ke ATC frequency (misal WIII_APP at 119.750) sebagai berikut :
[Image: 5-8.jpg]


Dan berikut adalah RTF yang digunakan :

  • GIA328 : Soekarno Hatta Tower, Indonesia 328 datalink readback.
  • WIII_APP : Indonesia 328, go ahead.
  • GIA328 : Clear to VHHH via DKI2G out of runway 25R, initial climb 6000ft, Squawk 0514.
  • WIII_APP : Readback correct, start and pushback is approve report when ready for taxi.

Note : tutorial ini hanya berjalan jika virtual ATC yang bertugas menggunakan datalink system

Semoga bermanfaat.

Flightsim Rigs 2012

Hi reader,

Kebetulan baru update beberapa flight gadget, so here we are, my flightsim rigs 2012 :

Spec details : (primary computer)

  • Intel i7 2700K OC. to 5.0 GHZ
  • Z68A-GD65 (G3) (MS-7681)
  • Noctua NH-U12P SE2
  • GTX680 GPU
  • Corsair Vengeance™ — 4x4GB Dual Channel DDR3 Memory Kit
  • Western Digital Caviar Black 1TB Hard
  • Windows 7 64Bit
  • Flight Simulator X
  • Corsair 850W PSU

Hi welcome to my “special room”, lets have a tour
[Image: 9-1.png]

Primary computer –> use for flying only
[Image: 1-1.png]

[Image: 8-1.png]

[Image: 10-1.png]

[Image: 13-1.png]

Enroute chart, old-fashioned way
[Image: 4-1.png]

SAITEK gadget, thanks to a friend of mine
[Image: 11-1.png]

[Image: 5-1.png]

Controlling area
[Image: 12-1.png]

My secondary computer —> use for staff/ SUP task/ controlling only
[Image: 3-1.png]

[Image: 2-1.png]

[Image: 7-2.png]


Happy flying!